Sabtu, 10 Maret 2012

Strategi Pemasaran Samsung Dalam Pasar Smartphone Dan Android Di Indonesia


By on 00.20



PT Samsung Electronics Indonesia (SEIN) menyegarkan line up produk Galaxy Series. Selain mengungkap fitur-fitur Android yang belum banyak dimanfaatkan oleh pengguna, Samsung juga memastikan strategi mereka tahun ini yang akan terus berfokus pada segmen Android. Kenapa? Karena Android memiliki banyak fitur-fitur yang sebenarnya penting dan menarik, tapi justru jarang dilirik. Misalnya saja fitur pengenal ucapan (voice recognition) yang memungkinkan perangkat Android mengenali dan mengidentifikasi kata-kata yang kita ucapkan. 

Hasilnya bisa dimanfaatkan untuk banyak hal. Yang paling umum adalah menampilkannya dalam bentuk tulisan,misalnya saat akan melakukan search di Google sehingga tidak repot mengetik. Kedua, voice recognition juga dapat digunakan sebagai sebuah komando untuk melakukan suatu pengerjaan. Nah, ini yang unik. Karena ternyata banyak sekali fungsi yang bisa dilakukan dengan komando suara ini

Misalnya saja melakukan panggilan otomatis di daftar kontak dengan menyebut namanya saja. Ini berguna ketika pengemudi sedang menyetir sehingga tidak perlu menyorot ke daftar kontak. Kemudian, voice recognition juga bisa dimanfaatkan untuk menerjemahkan bahasa melalui aplikasi Google Translate
"Misalnya saja anda sedang berada di China, dan ingin bertanya arah kepada seseorang yang tidak bisa berbahasa Inggris. Cukup aktifkan saja voice recognition, kemudian minta ia berbicara di ponsel. Ucapannya akan ditranslasikan secara otomatis ke bahasa Indonesia,” kata Lucky
Pemanfaatan lainnya adalah untuk melakukan navigasi peta atau mendeteksi lagu tertentu dan kemudian mencari judul lagu bahkan liriknya. Selain suara, Android juga dapat memaksimalkan fungsi hardware seperti kamera melalui aplikasi Google Goggles. Google Goggles dapat melakukan pencarian (Google Search) melalui gambar, bukan kata. 

Aplikasi tersebut mampu mengidentifikasi benda, barcode, QR code, tulisan, bahkan memecahkan permainan Sudoku. Cara kerjanya cukup mudah. Tinggal jalankan aplikasi Google Goggles, cari objek yang ingin dipotret, lantas software Google akan menganalisis jepretan Anda dan menampilkan hasilnya. 
”Jika kebetulan Anda berada di Rusia dan bingung membaca petunjuk jalan dalam bahasa Rusia, potret saja petunjuknya, dan Google bisa menerjemahkannya,” ujar Lucky. 
Memang, hasil pencarian dari Google Goggles ini tidak bekerja untuk binatang, tanaman, makanan, mobil ,atau perabot. Namun, semakin lama hasil pencariannya semakin akurat. Dan, ke depannya apa yang Anda ingin tahu tak perlu diketik di Google Search, melainkan cukup memotretnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Samsung juga mengungkap soal optimisme di lini smartphone. Product Marketing Senior Manager UMP Business Departmen Samsung Indonesia Fabian Kayatmo menuturkan, sistem operasi Android dengan 200.000 aplikasi di market sudah menjadi nomor satu pada akhir 2010. 

Meski saat ini jumlahnya di Indonesia masih kecil, pertumbuhannya dari bulan ke bulan terus meningkat. Pada Februari 2011 saja pertumbuhan ponsel Android mencapai 8%. Samsung bersiap menyambut pasar Android ini dengan keluarga Galaxy. Menurut Fabian, Strategi Pemasaran yang di usung Samsung tahun ini lebih pada customer-centric, atau berdasar pada kebutuhan dan keinginan konsumen. 

Selain itu, value added service (VAS) juga terus dipush, dengan penyebaran teknologi baru dari Samsung Hub.”Kami sedang menyiapkan Music Hub, Reader Hub, serta Game Hub,” ujar Fabian. 

Sejauh mana posisi Samsung di Indonesia? Cukup kokoh. Di pasar tablet misalnya, survei GFK menunjukkan bahwa Samsung Galaxy Tab memakan secara rakus 60% market share tablet. Head of Marketing HHP Division Eka Anwar menyebut bahwa sejak dipasarkan pada Oktober 2010 silam, Samsung Galaxy Tab (SGT) sudah terjual lebih dari 10.000 unit. Jika 1 unitnya dipasarkan Rp 6 juta, maka pemasukan Samsung di Indonesia dari Galaxy Tab saja mencapai Rp 60 miliar. 

Padahal, Samsung Galaxy Tab hanya bagian kecil dari line up produk smartphone Samsung yang terbilang cukup lengkap dan menyasar semua segmen, baik itu pebisnis, lifestyle maupun anak muda. Di pasar entry level, misalnya, ada Samsung Galaxy Mini, Samsung Galaxy Fit dan Samsung Galaxy Gio. Untuk level menengah dan profesional, dihadirkan Samsung Galaxy Pro dan Samsung Galaxy Ace. Segmen premium sendiri masih diisi oleh Samsung Galaxy S 

About Syed Faizan Ali

Faizan is a 17 year old young guy who is blessed with the art of Blogging,He love to Blog day in and day out,He is a Website Designer and a Certified Graphics Designer.

0 komentar:

Poskan Komentar